Foto Sejarah PT. Cahaya Fajar Kaltim
Foto Sejarah PT. Cahaya Fajar Kaltim
Foto Sejarah PT. Cahaya Fajar Kaltim

Sejarah PT. CFK

PT. Cahaya Fajar Kaltim memiliki sejarah yang sangat panjang di industri listrik Kalimantan Timur.

Selama kurang lebih puluhan tahun lamanya, termasuk Gubernur Kalimantan Timur saat itu, Bapak H.Suwarna AF sangat prihatin dengan kenyataan akan langkanya tenaga listrik di Kaltim, hal ini sering ditandai dengan terjadinya pemadaman bergilir di seluruh di seluruh wilayah Kaltim. Begitu banyak keluhan, begitu banyak merasa dirugikan ketika sumber listrik yang menjadi ketergantungan bagi masyarakat Kaltim ini harus padam dengan waktu dan batas yang terkadang tidak mengenal waktu.

Kurun waktu yang begitu sangat lama yang pada akhirnya, Gubernur Kaltim selalu berusaha untuk mencari jalan keluar, mencari jalan yang terbaik, namun untuk mengatasi hal ini bukanlah sesuatu yang sangat mudah, ini disebabkan karena penyediaan listrik adalah menjadi tugas dan wewenang Pembangunan Listrik Negara (PLN) yang segala sesuatunya tunduk pada ketentuan dan kemampuan PLN Pusat.

Sering berjalannya waktu, krisis ekonomi pun melanda Negara Indonesia ini. PLN pun tak luput dari krisis tersebut, sehingga kemampuan pendanaan untuk mengatasi penyedianan listrik di Kaltim pun harus sesuai dengan kebijakan – kebijakan prioritas.

Untuk menciptakan betapa seriusnya persoalan listrik di Kaltim ini, maka untuk menarik perhatian PLN agar benar – benar memperhatikan masalah ini, Gubernur Kaltim beserta jajarannya mengajak segenap masyarakat untuk membicarakan hal ini secara terbuka, seperti dilakukannya seminar – seminar kelistrikan di Kaltim. Langkah – langkah inilah tentunya menjadi harapan besar bagi masyarakat pun sudah ada di depan mata.

Adalah Bapak Dahlan Iskan dari Jawa Pos Group, yang kemudian sanggup untuk melakukan pembangunan pembangkit listrik yang berkapasitas 2x25 MW, dengan bahan baku batubara yang banyak di Kaltim. Kesediaan Bapak Dahlan Iskan dilatar belakangi kemampuannya dalam bidang pendanaan, mengadakan peralatan dan kemampuan di bidang networking, serta yang paling mendasar adalah rasa keprihatinannya terhadap Kaltim yang dianggap sebagai daerah yang telah membesarkannya.

Mengingat PLN tidak bisa melakukan MOU dengan pihak swasta, maka akhirnya di sepakati bahwa pendatanganan MOU dilakukan antara PLN dengan Pemerintah Provinsi Kaltim, dari sinilah berdiri sebuah perusahaan patungan bernama PT. CAHAYA FAJAR KALTIM, yang merupakan perusahaan patungan antara Perusda Ketenagalistrikan Kaltim dengan Jawa Pos Group.

Semoga memberikan warna baru untuk seluruh masyarakat Kalimantan Timur.